Tragis! Kepala Bayi Tertinggal dalam Rahim, Sang Ibu pun Meninggal Dunia
Rabu, 26 Agustus 2020
Edit
Menanti kelahiran si kecil tentu menjadi salah satu momen paling mendebarkan. Terlebih jika mengingat ada beraram risiko yang bisa dialami ibu atau pun janin saat proses melahirkan. Bahkan, ada kasus yang bisa berujung pada kepala bayi tertinggal di rahim.
Peristiwa tragis inilah yang menimpa Greeta Devi bersama bayi perempuannya yang baru saja dilahirkan.
Sama seperti orangtua lainnya, kelahiran si kecil menjadi momen yang sudah dinanti-nanti, sekaligus mendebarkan. Namun siapa sangka, impian bisa mendekap buah hati justru berujung malapetaka yang merenggut nyawa.
Apa yang terjadi pada perempuan asal India tahun 2025 silam ini sangat ironi. Greeta Devi meninggal pada hari Minggu dini hari setelah melewati proses persalinan yang sulit.
Perempuan berusia 32 tahun ini awalnya dirawat di rumah sakit pemerintah di Shahjahanpur, Uttar Pradesh, India utara, pada Sabtu malam setelah dia mengeluh sakit akan melahirkan.
Geeta pun menjalani persalinan pertamanya di rumah sakit tersebut. Dalam prosesnya, dokter yang menangani menarik tubuh bayi dengan cukup keras. Akibatnya pun sangat fatal, kepala si bayu justru tertinggal di dalam rahim.
Tim dokter di rumah sakit tersebut gagal membantu persalinan bayi sehingga tak dapat lahir selamat.
Menurut penuturan suami Geeta, istrinya kemudian dibiarkan begitu saja tanpa tindakan medis lebih lanjut. Dokter tidak berusaha mengeluarkan kepala anaknya yang masih tertinggal. Geeta pun dikirim ke rumah sakit pemerintah lain dengan kondisi kepala bayi masih dalam rahimnya.
Di rumah sakit kedua, di Bareilly, tim dokter akhirnya berhasil mengangkat kepala bayi yang tertinggal. Tetapi sayang, mereka tidak dapat menyelamatkan nyawa ibu malang itu.
Suaminya, Hemant, 40, dari Sadar Bazar, di Shahjahanpur, menyatakan bahwa peristiwa tragis itu terjadi karena kesalahan para dokter yang menangani Geeta pertama kali.
“Ini adalah kesalahan para dokter. Pertama, mereka menarik badan bayi namun kepalanya masih tertinggal di dalam. Lalu mereka meminta kami untuk membawa istri saya ke rumah sakit lain dan meninggalkan kami begitu saja,” ujar Hemant, seperti dikutip Dailymail.
“Akhirnya kepala si bayi bisa dikeluarkan dari kandungan istri saya di sebuah rumah bersalin setempat, namun nyawa istri saya tidak bisa diselamatkan,” lanjut Hemant.
Wakil Kepala Inspektur Kepolisian Shahjahanpur, K G Yadav, mengatakan rumah sakit itu tidak dilengkapi dengan fasilitas memadai untuk menangani persalinan yang begitu rumit. Dia mengatakan, “Rumah sakit tidak memiliki perlengkapan medis yang memadai dan karenanya pasien dirujuk ke rumah sakit lain.”
“Para dokter tidak mampu menangani situasi darurat ini dan karena kelalaian mereka, kepala bayi tertinggal di dalam ibu.” Yadav menambahkan bahwa stafnya sedang menyelidiki dokter mana yang bertugas saat itu.
“Investigasi telah dimulai dan begitu nama-nama dokter yang bertanggung jawab keluar, tindakan tegas akan diambil,” katanya. Hakim Distrik Shahjahanpur, Shubhra Saxena, telah mengkonfirmasi penyelidikan atas kelalaian mengerikan yang terjadi di rumah sakit pemerinrah tersebut.
Tak hanya di India, kejadian kepala bayi tertinggal dalam rahim juga belum lama ini terjadi di Indonesia. Seorang perempuan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur melahirkan bayi prematur dalam keadaan leher patah dan kepalanya tertinggal.
Kejadian bermula saat perempuan berinsial EK diduga kelelahan dan keguguran ketika sedang ke toilet. Ia pun berusaha melahirkan bayinya sendiri dengan cara menarik bayi hingga kepalanya putus.
Insiden ini terjadi pada belum lama ini (12/7/2020) sekitar pukul 10.00 WITA. Menurut kerabatnya, pada hari Sabtu (11/7/2020), EK ikut ke sebuah acara yang dihelat saudaranya.
Sekitar jam 7 malam, EK ini pulang ke rumah bersama kakak iparnya dengan berjalan kaki.
Ia berjalan menuju ke rumah dengan menggendong anaknya yang berusia 3 tahun dalam kondisi hamil.
Setibanya di rumah, EK mengaku kelelahan dan merasa ingin buang air kecil. Saat sedang di toilet itulah, ia justru merasa janin yang dikandungnya akan lahir.
Karena panik dengan situasi tersebut, EK justru melahirkan bayi dengan caranya sendiri. Akibatnya, bayi yang dilahirkan mengalami leher patah dan kepalanya tertinggal dalam rahim.
