Mushaf Alquran Ditend4ng dan Dib4k4r, Polisi Swedia: Kami Tidak Bisa Kendalikan


Perbuatan menghina mushaf Alquran berlangsung di Kota Malmo, Swedia bagian selatan, Jumat, 28 Agustus 2020 waktu setempat.

Salinan kitab suci Alquran ditendangi dan dibakar, dalam aksi demonstrasi dengan 300 massa anti-Islam, menurut polisi.

Selain menghina kitab kumpulan firman Allah swt. itu, para demonstran juga dilaporkan Reuters, melemparkan berbagai benda ke arah petugas polisi, dan membakari ban mobil.

Sebelumnya pada hari itu, salinan Alquran dibakar di Kota Malmo oleh beberapa ekstremis sayap kanan Denmark.

Partai itu didirikan oleh pengacara dan aktivis anti-Islam Rasmus Paludan pada tahun 2017.

Telah beredar sebuah video berdurasi 2.19 menit yang dibagikan oleh Simon Kristoffersson yang diunggah akun Twitter @SamnyttSimon, tampak satu orang anggota Stram Kurs menyampaikan pendapatnya.

Di sebuah taman umum sembari memegang Alquran dan dua orang lainnya merekam aksi rekannya tersebut.

Tak lama berselang, ia kemudian meletakkan Alquran yang dipegangnya tersebut ke jalan paving blok taman, tempat mereka bertiga berada dan mulai membakar dengan menyirami cairan mudah terbakar dan pemantik api gas.

Saat melakukan aksinya tersebut, sejumlah mobil tampak berlalu lalang di latar belakang pelaku.

Bahkan, dalam video tersebut tampak juga tiga orang yang tengah bersepeda berpapasan dengan mereka yang tengah melakukan aksinya, menunjukkan bahwa lokasi ini merupakan tempat umum.

"Kami tidak bisa mengendalikan ini, tetapi kami berusaha secara aktif untuk mengambil kendali," kata polisi mengomentari peristiwa ini.

"Kami melihat adanya keterkaitan antara apa yang terjadi sekarang dan apa yang terjadi sebelumnya hari ini," lanjutnya.

Demonstrasi semakin panas, di tempat yang sama tempat Alquran dibakar, katanya.

Surat kabar harian Aftonbladet melaporkan bahwa sejumlah aksi anti Islam berlangsung di Malmo pada Jumat, termasuk saat tiga pria menendangi mushaf Alquran di antara mereka di lapangan terbuka.

Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark, Hard Line, ditolak izinnya untuk mengadakan pertemuan di Kota Malmo.

Paludan dihentikan dan dilarang masuk di perbatasan Swedia, menurut surat kabar tersebut.***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel